Minggu, 30 Maret 2014


Sa’id bin Amir
            Umar bin khatab RA mempercayakan kota hims kepada Said bin Amir. Tidak lama kemudian setelah itu, delegasi dari penduduk hims mendatangi amirul mu’minin yaitu Sai’d bin Amir. Said berkata: tuliskan untukku nama-nama orang kafir di kota-mu, akan aku berikan mereka harta dari orang muslim. Mereka menuliskan nama-nama orang fakir di kota Hims dan salah satunya adalah Sa’id bin Amir. Umar bertanya: siapa Sa’id bin Amir? Mereka menjawab: dia adalah pemimpin kami. Umar berkata: pemimpin kalian fakir? Mereka berkata: ia, demi Allah dia sudah lama tidak menyalakan api di rumahnya(memasak). Umar menangis kemudian dia meletakkan 1000 dinar di sebuah kantong dan berkata: berikan harta ini kepadanya untuk menghidupinya.
            Ketika delegasi itu pulang ke kota Hims, dia memberikan kantong itu kepada Sa’id bin ‘Amir. Sa’id berkata: “innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun” seolah dia tertimpa musibah. Kemudian istrinya bertanya: ada apa? Apakah amirul mu’minin meninggal? Sa’id menjawab: lebih besar dari itu,dunia menemui aku untuk merusak akhiratku. Istri berkata: hindarilah ia. Istrinya tidak tahu tentang uang dinar itu. Sa’id bertanya: apakah kamu mau membantuku? Istri menjawab: ia. Kemudia Sa’id membagikan uang dinar itu kepada orang-orang muslim fakir.